Menemukan pengobatan varises vulva yang tepat dimulai dengan pertanyaan sederhana: apakah varises itu mengganggu Anda? Banyak varises vulva hanya menimbulkan sedikit keluhan dan, jika muncul saat hamil, sering mengecil setelah melahirkan. Untuk varises yang terasa pegal, membengkak, atau membuat hubungan seksual terasa nyeri, pilihannya berkisar dari pakaian penyangga hingga suntikan, operasi kecil, dan, bila varises diisi dari bagian panggul yang lebih dalam, embolisasi. Panduan ini menjelaskan setiap pilihan dan bagaimana pilihan-pilihan tersebut saling melengkapi. Untuk penjelasan tentang apa itu varises ini dan mengapa terjadi, lihat panduan kami tentang varises vulva.
Apakah varises vulva perlu diobati?
Tidak selalu. Pengobatan biasanya ditujukan untuk:
- Rasa pegal, berat, atau berdenyut yang mengganggu kehidupan sehari-hari
- Nyeri saat atau setelah berhubungan seksual
- Varises yang makin besar, atau yang menetap berbulan-bulan setelah kehamilan
- Bekuan darah di dalam vena (benjolan keras yang nyeri bila ditekan), atau perdarahan setelah cedera
- Rasa tertekan karena penampilannya
Varises kecil yang tidak menimbulkan gejala dapat dibiarkan. Varises ini jarang berbahaya.
Pertama, cari tahu dari mana asalnya
Varises vulva dapat merupakan masalah setempat saja, atau dapat merupakan ujung yang terlihat dari vena bermasalah yang lebih dalam di panggul. Ketika vena ovarium atau vena iliaka interna bocor ke arah belakang, darah dapat keluar melalui “titik keluar” (escape points) di lipat paha dan dasar panggul lalu mengisi vena vulva.
Hal ini penting karena jika hanya vena permukaan yang diobati sementara sumber di panggul masih terus memompa darah ke dalamnya, varises lebih mungkin kambuh. Jadi, sebelum prosedur apa pun, terutama di luar kehamilan, USG Doppler dupleks biasanya dilakukan. Pemeriksaan ini dapat mencakup tungkai, lipat paha, dan panggul, terkadang dengan probe di dalam vagina. Panduan kami tentang USG vena panggul menjelaskan apa yang dapat Anda harapkan.
Jika Anda juga mengalami rasa pegal tumpul di panggul yang memburuk saat berdiri, varises tersebut mungkin merupakan bagian dari sindrom kongesti panggul.
Perawatan mandiri dan pakaian penyangga untuk varises vulva
Bagi banyak perempuan, langkah sederhana sudah cukup, atau dapat membantu selama Anda memutuskan pengobatan.
- Pakaian penyangga. Celana pendek kompresi, celana pendek model bersepeda, celana dalam penyangga yang kencang, atau, saat hamil, sabuk penyangga dengan tali selangkangan dapat menekan vena dengan lembut dan meredakan pegal. Stoking tungkai biasa tidak menjangkau vulva.
- Jeda dari berdiri. Duduk atau berbaringlah saat Anda harus seharian berdiri. Berbaring dengan pinggul diganjal bantal selama 10 hingga 15 menit sering meredakan rasa berat.
- Kompres dingin. Kompres dingin yang dibungkus kain dapat menenangkan rasa berdenyut atau bengkak.
- Pakaian yang nyaman. Hindari ikat pinggang yang sangat ketat atau celana jin yang menekan lipat paha.
- Hati-hati saat mencukur. Cukur atau waxing dengan hati-hati di atas varises agar tidak terluka.
- Hubungan seksual. Pelumas tambahan dan posisi yang berbeda dapat membantu jika hubungan seksual terasa nyeri.
Langkah-langkah ini meredakan gejala tetapi tidak menghilangkan varises. Sebagian dokter juga menyarankan tablet venoaktif, tetapi bukti untuk varises vulva terbatas, jadi tanyakan dahulu sebelum mencoba obat apa pun.
Skleroterapi
Skleroterapi adalah prosedur yang paling umum digunakan untuk varises vulva. Jarum halus digunakan untuk menyuntikkan obat, sering dicampur menjadi busa, ke dalam vena. Obat ini mengiritasi lapisan dalam vena sehingga vena menutup rapat dan perlahan diserap oleh tubuh.
- Prosedur ini biasanya dilakukan di klinik atau ruang tindakan rawat jalan, sering dengan panduan USG.
- Tidak memerlukan bius total, dan Anda biasanya dapat pulang pada hari yang sama.
- Mungkin diperlukan lebih dari satu sesi.
- Efek yang umum meliputi memar, nyeri tekan, dan benjolan sementara selama vena mereda. Meskipun jarang, bekuan darah dapat terbentuk di vena yang lebih dalam.
Banyak dokter spesialis lebih memilih skleroterapi untuk varises vulva karena dindingnya tipis dan responsnya baik terhadap prosedur ini. Jika skleroterapi digunakan sendiri, mengobati titik keluar pada saat yang sama dapat membantu.
Mengangkat vena (flebektomi)
Varises yang lebih besar dan menonjol dapat diangkat melalui sayatan kecil dengan bius lokal atau bius total. Prosedur ini disebut flebektomi. Vena langsung terangkat, tetapi memar dan bengkaknya lebih banyak dibandingkan setelah skleroterapi, dan terkadang dapat terjadi perdarahan ke dalam jaringan (hematoma). Vulva memiliki pasokan darah yang kaya, sehingga prosedur ini dilakukan dengan hati-hati oleh tim yang berpengalaman.
Mengobati sumber di panggul: embolisasi
Jika pemindaian menunjukkan bahwa vena panggul yang mengalami refluks mengisi vena vulva, dan terutama jika Anda juga mengalami nyeri panggul, mengobati sumbernya terlebih dahulu mungkin masuk akal. Pendekatan ini sering disebut pendekatan “dari atas ke bawah” (top-down).
Dalam embolisasi, dokter spesialis memasukkan selang tipis melalui vena di lipat paha atau leher dan menutup vena ovarium atau vena panggul yang bermasalah dari dalam dengan koil, plug, atau busa. Prosedur ini biasanya dilakukan tanpa rawat inap. Baca lebih lanjut dalam panduan kami tentang embolisasi vena ovarium, dan lihat pemulihan setelah embolisasi.
Sebagian tim kemudian mengobati varises vulva yang tersisa dengan skleroterapi, baik dalam sesi yang sama maupun beberapa minggu kemudian. Tim lain memulai “dari bawah ke atas” (bottom-up), dengan langsung mengobati varises vulva dan titik keluarnya, dan baru beralih ke embolisasi jika gejala menetap. Kedua pendekatan digunakan, dan penelitian kecil menunjukkan keduanya dapat membantu. Jika Anda memiliki varises yang terlihat tetapi tanpa nyeri panggul, skleroterapi langsung saja sering lebih dipilih.
Panduan perawatan setelah embolisasi atau skleroterapi dari seorang dokter spesialis bedah vaskular di Singapura memberikan gambaran praktis tentang hari-hari setelah pengobatan.
Pengobatan selama kehamilan
Varises vulva sering terjadi selama kehamilan dan sering membaik dalam beberapa bulan setelah melahirkan. Prosedur biasanya ditunda hingga setelah kehamilan, dan sering hingga beberapa bulan setelah melahirkan, untuk melihat seberapa banyak varises mereda. Pakaian penyangga, istirahat, dan kompres dingin menjadi andalan hingga saat itu.
Sebagian besar perempuan dengan varises vulva tetap dapat melahirkan secara normal (per vaginam). Panduan kami tentang varises vulva saat hamil membahas hal ini secara rinci. Jika Anda berencana memiliki anak lagi, ada baiknya mendiskusikan waktu pengobatan, karena kehamilan berikutnya dapat membuat varises kambuh.
Dapatkah varises kambuh?
Ya. Varises vulva dapat kambuh setelah pengobatan apa pun, terutama:
- Setelah kehamilan berikutnya
- Jika sumber di panggul tidak ditemukan atau tidak diobati
- Jika hanya sebagian vena yang diobati
Angka kekambuhan yang dilaporkan sangat bervariasi, karena penelitiannya berskala kecil dan mendefinisikan kekambuhan secara berbeda. Sebagian besar bukti untuk setiap pilihan berasal dari serangkaian kasus kecil, dan tidak ada uji klinis besar yang membandingkannya. Tim yang baik akan menjelaskan hal ini dengan jujur dan merencanakan pemantauan lanjutan.
Pertanyaan yang dapat diajukan sebelum pengobatan
- Mungkinkah varises vulva saya berasal dari vena panggul saya? Apakah saya perlu pemindaian terlebih dahulu?
- Pilihan mana yang Anda sarankan, dan mengapa itu yang cocok untuk saya?
- Berapa sesi yang mungkin saya perlukan, dan seperti apa pemulihannya?
- Seberapa besar kemungkinan varises kambuh, dan apa yang terjadi jika kambuh?
- Apakah sebaiknya saya menunggu jika saya berencana hamil lagi?
Kapan harus ke dokter
Temui dokter jika varises vulva terasa nyeri, makin besar, mengganggu hubungan seksual, atau masih ada beberapa bulan setelah kehamilan, atau jika Anda juga mengalami rasa pegal tumpul di panggul yang memburuk saat berdiri. Selalu periksakan benjolan baru di vulva, karena tidak setiap benjolan adalah varises. Pemeriksaan gejala panggul kami dapat membantu Anda bersiap.
Segera cari pertolongan medis darurat jika terjadi perdarahan berat dari vena yang tidak berhenti dengan penekanan kuat, tungkai yang panas, bengkak, dan nyeri, sesak napas atau nyeri dada yang mendadak, atau nyeri panggul hebat yang mendadak. Di Singapura, hubungi 995 dalam keadaan darurat.
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara mengobati varises vulva?
Varises ringan ditangani dengan perawatan mandiri dan pakaian penyangga. Varises yang mengganggu dapat ditutup dengan suntikan skleroterapi atau diangkat melalui sayatan kecil. Jika pemindaian menunjukkan vena panggul yang mengisinya, sumber di panggul dapat diobati dengan embolisasi, terkadang dalam sesi yang sama dengan skleroterapi.
Apakah pakaian penyangga membantu varises vulva?
Pakaian penyangga dapat meredakan rasa berat, pegal, dan bengkak, terutama saat seharian berdiri. Pilihannya meliputi sabuk penyangga kehamilan dengan tali selangkangan, celana pendek kompresi atau celana pendek bersepeda, dan celana dalam penyangga yang kencang. Pakaian ini meredakan gejala tetapi tidak menghilangkan varises.
Bagaimana varises vulva diobati saat tidak hamil?
Di luar kehamilan, varises vulva sering berasal dari vena panggul yang mengalami refluks. USG Doppler dupleks biasanya dilakukan terlebih dahulu. Tergantung hasilnya, pengobatan dapat berupa skleroterapi varises vulva, embolisasi vena panggul, atau keduanya.
Dapatkah varises di labia kambuh setelah pengobatan?
Ya. Vena baru dapat terbentuk seiring waktu, terutama setelah kehamilan berikutnya atau jika sumber di panggul tidak diobati. Angkanya sangat bervariasi antarpenelitian. Tanyakan kepada dokter spesialis Anda seberapa besar kemungkinannya dalam kasus Anda dan pemantauan lanjutan apa yang mereka tawarkan.
Dapatkah varises vulva diobati selama kehamilan?
Prosedur biasanya dihindari selama kehamilan, karena varises sering mengecil setelah melahirkan. Pakaian penyangga, beristirahat dengan pinggul diangkat, dan kompres dingin menjadi andalan hingga saat itu.
Sumber dan bacaan lebih lanjut
- Interventional treatment of labial varices. Semin Intervent Radiol 2023 (bahasa Inggris)
- Pelvic venous disorders: an update in terminology, diagnosis, and treatment. Semin Intervent Radiol 2023 (bahasa Inggris)
- Bottom-up treatment for vulvar and lower extremity varicose veins of pelvic origin: a case report. EJVES Vasc Forum 2025 (bahasa Inggris)
- Ovarian vein embolization with adjunctive local sclerotherapy in women with vulvar varicosities. Front Surg 2026 (bahasa Inggris)
- Large vulvar haematoma after vulvar phlebectomy and ovarian vein embolization: a case report. Case Rep Womens Health 2020 (bahasa Inggris)
Artikel ini berisi informasi umum, bukan saran medis pribadi. Bicarakan gejala Anda dengan dokter. Cara kami membuat konten. Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris; jika ada perbedaan, versi bahasa Inggris yang berlaku.
