Trombosis vena ovarium (OVT) adalah bekuan darah di salah satu dari dua vena yang mengalirkan darah dari ovarium. Kondisi ini langka dan kebanyakan terjadi pada hari-hari setelah melahirkan, terutama setelah operasi caesar, atau setelah operasi atau infeksi panggul. Biasanya kondisi ini menimbulkan demam dan nyeri di perut bagian bawah atau di sisi tubuh, yang mudah dikira radang usus buntu atau infeksi ginjal. Kondisi ini dapat diobati, tetapi perlu segera mendapat perawatan medis.
Segera cari pertolongan: jika Anda baru melahirkan atau baru menjalani operasi panggul lalu mengalami demam disertai nyeri perut atau nyeri di sisi tubuh, temui dokter pada hari yang sama. Hubungi 995 (Singapura) bila Anda mengalami nyeri dada, sesak napas mendadak, batuk darah, atau merasa hendak pingsan.
Apa itu trombosis vena ovarium?
Setiap ovarium memiliki vena yang berjalan naik di bagian belakang rongga perut. Vena ovarium kanan langsung bermuara ke vena kava inferior, vena utama tubuh. Vena ovarium kiri bermuara ke vena ginjal kiri (vena renalis kiri). Panduan kami tentang susunan vena-vena panggul menjelaskan hal ini lebih rinci.
Pada OVT, bekuan darah terbentuk di dalam salah satu vena ini dan menyumbatnya sebagian atau seluruhnya. Dokter juga menyebutnya trombosis vena gonad, karena vena ovarium adalah vena gonad pada perempuan. Kondisi ini termasuk tromboemboli vena, kelompok masalah yang sama dengan trombosis vena dalam (TVD/DVT) di tungkai.
Siapa yang mengalaminya, dan mengapa?
Ada tiga hal yang membuat darah lebih mudah membeku: aliran darah yang lambat, kerusakan atau peradangan pada dinding vena, dan darah yang lebih mudah membeku daripada biasanya. Di sekitar masa persalinan, ketiga hal ini hadir sekaligus. Itulah sebabnya sebagian besar kasus berkaitan dengan kehamilan.
Pemicu yang diketahui antara lain:
- Minggu-minggu setelah melahirkan. Kasus paling banyak terjadi beberapa hari setelah persalinan dan lebih sering setelah operasi caesar daripada persalinan normal. Kondisi ini juga dapat terjadi setelah keguguran atau pengguguran kandungan.
- Operasi panggul, seperti histerektomi atau operasi ginekologi lainnya.
- Infeksi panggul, termasuk infeksi lapisan rahim setelah persalinan.
- Kanker, terutama di perut atau panggul, beserta pengobatannya.
- Obat hormonal yang mengandung estrogen, seperti sebagian pil KB.
- Penyakit radang usus atau kecenderungan bawaan untuk mudah mengalami pembekuan darah.
Pada sebagian kecil perempuan, tidak ditemukan pemicu yang jelas.
Seberapa langka kondisi ini? Perkiraan antarpenelitian sangat bervariasi, tetapi OVT yang menimbulkan gejala diperkirakan hanya terjadi pada sebagian kecil dari satu persen persalinan. Kondisi ini lebih sering ditemukan secara kebetulan pada pemindaian yang dilakukan karena alasan lain, terutama pada orang yang sedang menjalani perawatan kanker.
Gejala: seperti apa rasanya bekuan darah di vena ovarium?
Gambaran klasiknya adalah seorang perempuan beberapa hari setelah melahirkan yang mengalami:
- Demam yang tidak kunjung reda, kadang meskipun sudah diberi antibiotik
- Nyeri di perut bagian bawah, sisi tubuh (pinggang), atau punggung, sering hanya di satu sisi
- Mual, muntah, atau merasa tidak enak badan secara umum
- Benjolan memanjang seperti tali yang nyeri saat ditekan, yang kadang dapat diraba dokter di perut
Sekitar tiga perempat kasus terjadi di sisi kanan. Alasannya belum sepenuhnya dipahami. Salah satu penjelasan yang sering dikemukakan adalah rahim yang membesar cenderung sedikit berputar ke kanan pada akhir kehamilan, sehingga menekan vena ovarium kanan dan memperlambat aliran darah di dalamnya.
Trombosis vena ovarium kiri menimbulkan jenis gejala yang sama, tetapi di sisi kiri. Karena vena kiri bermuara ke vena ginjal kiri, bekuan di sana kadang dapat meluas ke arah ginjal.
Gejala-gejala ini mirip dengan radang usus buntu, infeksi ginjal, infeksi rahim, kista ovarium atau ovarium yang terpuntir, dan penyebab demam lain setelah melahirkan. Kemiripan inilah yang membuat OVT sering baru ditemukan ketika dilakukan pemindaian.
Apakah trombosis vena ovarium berbahaya?
Bisa, dan kondisi ini harus diperlakukan sebagai masalah medis yang perlu ditangani. Risiko utamanya adalah:
- Bekuan meluas ke vena kava inferior atau vena ginjal kiri
- Emboli paru, yaitu ketika sebagian bekuan terlepas dan terbawa ke paru-paru. Hal ini jarang terjadi tetapi dapat mengancam jiwa
- Sepsis, reaksi berat seluruh tubuh terhadap infeksi, bila OVT disertai infeksi panggul
Dengan pengobatan modern, kematian akibat OVT kini jarang terjadi, dan sebagian besar perempuan pulih sepenuhnya. Kuncinya adalah diagnosis yang cepat.
Bagaimana kondisi ini didiagnosis?
Dokter akan menanyakan riwayat persalinan, operasi, infeksi, dan obat-obatan yang baru-baru ini Anda alami atau gunakan, memeriksa perut Anda, dan biasanya meminta tes darah untuk mencari tanda infeksi. Pemeriksaan pencitraan memastikan adanya bekuan:
- USG dengan Doppler aman dan cepat, dan sering dilakukan pertama kali. Vena ovarium bisa sulit terlihat, terutama bila ada gas di usus, sehingga hasil USG yang normal tidak selalu menyingkirkan OVT.
- CT scan dengan kontras banyak digunakan dan memperlihatkan bekuan serta seberapa jauh bekuan itu meluas.
- MRI tidak menggunakan radiasi dan sangat akurat, tetapi lebih lama dan tidak tersedia di semua tempat.
Baca lebih lanjut tentang CT scan dan MRI vena panggul. Kadang OVT ditemukan secara kebetulan pada pemindaian yang dilakukan untuk alasan lain, tanpa gejala sama sekali.
Pengobatan trombosis vena ovarium
Pengobatan bergantung pada seberapa parah kondisi Anda, apa penyebab bekuan, dan seberapa jauh bekuan itu meluas. Pendekatan utamanya adalah:
- Antikoagulan (pengencer darah). Obat ini menghentikan pertumbuhan bekuan dan memungkinkan tubuh menghancurkannya secara bertahap. Dapat digunakan suntikan, tablet, atau suntikan lalu dilanjutkan tablet. Lama pengobatan sekitar tiga hingga enam bulan umumnya disarankan setelah bekuan yang berkaitan dengan kehamilan, tetapi bukti untuk lama pengobatan yang pasti masih terbatas, dan dokter akan menyesuaikannya dengan kondisi Anda. Sebagian obat aman selama menyusui dan sebagian tidak, jadi beri tahu dokter bila Anda sedang menyusui.
- Antibiotik, biasanya melalui infus pada awalnya, bila dicurigai ada infeksi.
- Pemindaian lanjutan mungkin dijadwalkan untuk memastikan bekuan sudah mereda.
Operasi untuk mengangkat bekuan atau mengikat vena kini jarang diperlukan. Pemasangan filter di vena utama hanya dipertimbangkan dalam situasi yang tidak biasa. Bekuan yang ditemukan secara kebetulan, tanpa gejala, tidak selalu diobati; keputusan ini ada di tangan dokter spesialis Anda.
Kami tidak mencantumkan dosis obat di sini. Selalu ikuti rencana pengobatan dari dokter Anda sendiri, dan tanyakan apa yang harus dilakukan bila Anda mengalami perdarahan, memar, atau akan menjalani tindakan medis yang terencana saat sedang memakai pengencer darah. Panduan dokter bedah vaskular di Singapura tentang trombosis vena dalam menjelaskan pengobatan pengencer darah untuk bekuan darah secara lebih umum (dalam bahasa Inggris).
Apa hubungannya dengan sindrom kongesti panggul?
Keduanya melibatkan vena yang sama, tetapi merupakan masalah yang berbeda:
- Pada trombosis vena ovarium, vena tersumbat oleh bekuan, biasanya secara mendadak, disertai demam dan nyeri.
- Pada sindrom kongesti panggul, vena terbuka lebar, dengan katup yang rusak sehingga darah mengalir balik. Nyerinya berupa nyeri tumpul yang berlangsung lama dan makin terasa sepanjang hari.
Vena ovarium yang tersumbat dapat mendorong darah ke cabang-cabang samping, dan sebagian dokter spesialis berpendapat hal ini mungkin menambah kongesti vena panggul di kemudian hari, tetapi bukti yang kuat belum ada. Secara terpisah, bekuan kecil di vena panggul adalah salah satu kemungkinan komplikasi embolisasi vena ovarium, tindakan yang digunakan untuk mengobati sindrom kongesti panggul (PCS). Jika Anda khawatir tentang bekuan darah dan vena panggul secara umum, baca apakah sindrom kongesti panggul berbahaya.
Apakah bisa terjadi lagi?
Dalam penelitian yang telah dipublikasikan, bekuan berulang setelah OVT yang berkaitan dengan kehamilan tampaknya jarang terjadi. Jika Anda merencanakan kehamilan berikutnya atau mempertimbangkan kontrasepsi hormonal, beri tahu dokter tentang bekuan yang pernah Anda alami. Dokter mungkin menyarankan untuk menghindari obat yang mengandung estrogen atau menggunakan pengencer darah sebagai pencegahan di sekitar persalinan berikutnya.
Kapan harus ke dokter
Temui dokter pada hari yang sama jika, dalam minggu-minggu setelah melahirkan, keguguran, atau operasi panggul, Anda mengalami:
- Demam, menggigil, atau merasa tidak enak badan secara umum
- Nyeri baru atau yang makin berat di perut bagian bawah, sisi tubuh, atau punggung
- Nyeri disertai mual atau muntah
Jika Anda sudah menjalani pengobatan untuk OVT, hubungi dokter Anda bila mengalami perdarahan yang tidak biasa, tinja berwarna hitam, darah dalam urine, atau sakit kepala berat yang baru muncul.
Hubungi 995 (Singapura) untuk keadaan darurat, termasuk:
- Sesak napas mendadak atau nyeri dada, terutama saat menarik napas
- Batuk darah
- Detak jantung cepat, pingsan, atau merasa sangat hendak pingsan
- Nyeri perut hebat disertai demam tinggi, kebingungan, atau kulit dingin dan lembap
- Satu tungkai tiba-tiba bengkak, nyeri, dan terasa hangat
Jika Anda tidak yakin dokter spesialis mana yang perlu ditemui untuk masalah vena, halaman kami tentang mencari dokter spesialis mungkin dapat membantu.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah trombosis vena ovarium berbahaya?
Bisa berbahaya. Bekuan darah dapat tumbuh ke vena yang lebih besar atau, meski jarang, sebagian bekuan dapat terlepas dan terbawa ke paru-paru (emboli paru). Kondisi ini juga dapat disertai infeksi yang serius. Dengan diagnosis dan pengobatan yang cepat, sebagian besar perempuan pulih dengan baik, dan kematian kini jarang terjadi.
Apa gejala trombosis vena ovarium kiri?
Gejalanya sama dengan di sisi kanan: demam, nyeri di perut bagian bawah atau pinggang, dan kadang mual atau benjolan yang nyeri saat ditekan. Bedanya hanya nyeri terasa di sisi kiri. Bekuan di sisi kiri lebih jarang terjadi, dan karena vena ovarium kiri bermuara ke vena ginjal kiri (vena renalis kiri), bekuan di sana kadang dapat meluas ke arah ginjal.
Apakah bisa terjadi bekuan darah di vena ovarium setelah histerektomi?
Ya. Trombosis vena ovarium dapat terjadi setelah operasi panggul, termasuk histerektomi (pengangkatan rahim), operasi caesar, dan operasi ginekologi lainnya. Operasi, berbaring tanpa banyak bergerak setelahnya, dan peradangan semuanya meningkatkan risiko pembekuan untuk sementara waktu. Demam atau nyeri yang makin berat pada hari-hari setelah operasi perlu diperiksakan.
Bagaimana trombosis vena ovarium diobati?
Pengobatan biasanya menggunakan obat antikoagulan (pengencer darah) selama jangka waktu tertentu, sering sekitar tiga hingga enam bulan, yang ditentukan oleh dokter Anda. Antibiotik ditambahkan bila dicurigai ada infeksi. Operasi atau tindakan lain kini jarang diperlukan.
Apakah trombosis vena gonad sama dengan kondisi ini?
Ya. Vena ovarium adalah salah satu jenis vena gonad, sehingga pada perempuan kedua istilah ini menggambarkan bekuan yang sama. Pada laki-laki, vena yang sepadan mengalirkan darah dari testis, dan bekuan di sana sangat jarang terjadi.
Apakah trombosis vena ovarium menyebabkan sindrom kongesti panggul?
Biasanya tidak. Keduanya masalah yang berbeda: yang satu adalah vena yang tersumbat, yang lain adalah vena yang melebar dengan aliran darah yang berbalik arah. Vena ovarium yang tersumbat kadang dapat mendorong darah ke cabang-cabang samping, dan sebagian dokter spesialis berpendapat hal ini mungkin menambah kongesti vena panggul di kemudian hari, tetapi buktinya terbatas.
Sumber dan bacaan lebih lanjut
- Riva N, Calleja-Agius J. Ovarian vein thrombosis: a narrative review. Hamostaseologie 2021 (PubMed) (bahasa Inggris)
- Samuelson Bannow BT, Skeith L. Diagnosis and management of postpartum ovarian vein thrombosis. Hematology ASH Educ Program 2017 (bahasa Inggris)
- Huynh QH et al. Postpartum ovarian vein thrombosis: report of 2 cases and review of diagnosis. Radiology Case Reports 2025 (bahasa Inggris)
- Society of Interventional Radiology — Pelvic venous disorders (patient information) (bahasa Inggris)
Artikel ini berisi informasi umum, bukan saran medis pribadi. Bicarakan gejala Anda dengan dokter. Cara kami membuat konten. Artikel ini diterjemahkan dari bahasa Inggris; jika ada perbedaan, versi bahasa Inggris yang berlaku.
